Jajaran DIrektoran Polisi Air Baharkam Polri (Ditpolair) pada Bulan Ramadhan ini teteap menyiapkan anggotanya di pelosok-pelosok pulau yang ada di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda), Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dikarenakan perintah pimpinan agar mengaktifkan kembali satgas polisi santri yang pernah ada.

Dirpolairud Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko Yudianto mengatakan, ditempatkannya polisi air di pelosok pulau yang ada guna melakukan antisipasi kepada masyarakat pesisir yang ada.

Selain itu, juga mengantisipasi adanya kelompok radikal yang diniai dapat menyebarluaskan paham paham radikalnya. “Ada beberapa anggota yang kami tempatkan di pulau, Salah satu diantaranya di Makassar. Selain memberikan ceramah anggota Ditpolairud juga memberikan pertolongan masyarakat Pulau Barang Lompo yang sedang sakit, “Kata Kombes Pold Yudianto, Minggu (4/6/2017). Selain disiagakannya anggota polisi air kata Yudianto, sejumlah Polisi air di jembatan penyeberangan rakyat Kayu Bangkoa dan Pelabuhan Poetere juga dilakukan penempatan tugas selama Bulan Ramadhan. “Guna memberikan rasa aman bagi anak-anak sekolah yang menyebrangi jembatan, dan warga yang hendak kepulau,” jelasnya.

Yudianto juga menjelaskan, tiap hari ada puluhan anak dan sejumlah warga lainnya yang memanfaatkan pelabuhan tersebut untuk penghubung ke tujuan selanjutnya. “Jembatan ini tidak pernah sepi, setiap tahunnya digunakan sebagai tempat titik temu ke dalam tujuan selanjutnya,” tukasnya.

Hal tersebut dikarenakan perintah pimpinan agar mengaktifkan kembali satgas polisi santri yang pernah ada.

Dirpolairud Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko Yudianto mengatakan, ditempatkannya polisi air di pelosok pulau yang ada guna melakukan antisipasi kepada masyarakat pesisir yang ada.

Selain itu, juga mengantisipasi adanya kelompok radikal yang diniai dapat menyebarluaskan paham paham radikalnya.

LEAVE A REPLY