AKP Yulandi, Pelaksaan E-Tilang Telah Diterapkan di Tanah Datar

Kasat Lantas AKP. Yulandi Rusady, SH mengatakan kepada awak media bahwa penerapan E-Tilang untuk wilayah hukum Tanah Datar perlu di Sosialisasikan kepada masyarakat.

Pelaksanaan E-Tilang Di atur dengan Perma No.12 Tahun 2016 yang sudah dimuat dalam Berita Negara.

“PERMA ini merupakan peraturan yang menjelaskan tata cara pelaksanaan e-tilang yang di luncurkan oleh POLRI guna membersihkan praktek-praktek pungli, dengan diberlakukannya e-tilang, diharapkan masyarakat dan oknum terkait tidak melakukan pungutan liar dalam proses penilangan, ” sampai AKP Yulandi

Dengan e-tilang (tilang online), data pelanggar terkoneksi dengan kejaksaan dan untuk menyidangkan dalam menjatuhkan putusan denda di Pengadilan.

Di terangkan Kasat lantas, bahwa dalam E-Tilang, bila pengendara melakukan pelanggaran, otomatis terkoneksi dengan sistem penerbitan SIM sehingga dapat diketahui bentuk pelanggaran yang pernah dilakukan oleh pemohon SIM.

“Aplikasi tilang online memiliki keuntungan antara lain yaitu bisa diketahui secara transparan, akurat, dan cepat oleh pihak-pihak terkait di setiap tingkatan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat, ” Sampainya.

Dalam penjelasan AKP. Yulandi menyatakan bahwa Rekapitulasi data penindakan tilang dapat diakses melalui Aplikasi E-Tilang Online dan website, dan nantinya di harapkan dengan hadirnya sistem tilang online akan menggantikan sistem tilang manual.

“Sosialisasi Aplikasi E-Tilang ini sejak Januari 2017 telah mulai kita sosialisasikan kepada masyarakat, baik melalui media massa ataupun kegiatan langsung berinteraksi dengan masyarakat dan pertemuan di beberapa sekolah di Tanah Datar, “ucapnya.

AKP Yulandi memberikan penjelasan sekilas tentang penerapan Aplikasi E-Tilang ini, tahap awal ketika petugas yang menemukan pelanggaran lalu lintas lalu mencatat identitas, jenis pelanggaran dan besaran denda.

Setelah itu, data diinput di Aplikasi E- Tilang, dan kemudian pelanggar membayar jumlah denda Tilang yang tertera di Aplikasi sesuai dengan pelanggarannya.

Pelanggar dapat membayar denda Tilangnya melalui ATM BRI, setelah ada bukti pembayaran, pelanggar memberikan Bukti pembayaran denda kepada Petugas.

“Setelah Bukti pembayaran di berikan kepada Petugas, maka Pelanggar bisa membawa kembali Barang Bukti (red* SIM, STNK) pelanggarannya.

Sementara Tilang konvensional berupa pemberian slip merah atau slip biru kepada si pelanggar. Slip merah berarti si pelanggar tidak terima atas sangkaan petugas, sehingga dia harus sidang di pengadilan. Sementara slip biru si pelanggar membayarkan denda maksimum.(romeo)

LEAVE A REPLY